Wednesday, December 26, 2007

Suhu Laut

Suhu adalah suatu besaran fisika yang menyatakan banyaknya bahang yang terkandung dalam suatu benda. Secara alamiah sumber utama bahang dalam air laut adalah matahari. Setiap detik matahari memancarkan bahang sebesar 1026 kalori dan setiap tempat dibumi yang tegak lurus ke matahari akan menerima bahang sebanyak 0.033 kalori/detik. Pancaran energi matahari ini akan sampai kebatas atas atmosfir bumi rata- rata sekitar 2 kalori/cm2/menit. Pancaran energi ini juga sampai ke permukaan laut dan diserap oleh massa air (Meadous and Campbell,1993).

Kisaran suhu pada daerah tropis relatif stabil karena cahaya matahari lebih banyak mengenai daerah ekuator daripada daerah kutub. Hal ini dikarenakan cahaya matahari yang merambat melalui atmosfer banyak kehilangan panas sebelum cahaya tersebut mencapai kutub. Suhu di lautan kemungkinan berkisar antara -1.87°C (titik beku air laut) di daerah kutub sampai maksimum sekitar 42°C di daerah perairan dangkal (Hutabarat dan Evans, 1986).

Sebaran suhu secara menegak ( vertikal) diperairan Indonesia terbagi atas tiga lapisan, yakni lapisan hangat di bagian teratas atau lapisan epilimnion dimana pada lapisan ini gradien suhu berubah secara perlahan, lapisan termoklin yaitu lapisan dimana gradien suhu berubah secara cepat sesuai dengan pertambahan kedalaman, lapisan dingin di bawah lapisan termoklin yang disebut juga lapisan hipolimnion dimana suhu air laut konstan sebesar 4ºC. Pada lapisan termoklin memiliki ciri gradien suhu yaitu perubahan suhu terhadap kedalaman sebesar 0.1ºC untuk setiap pertambahan kedalaman satu meter (Nontji,1987).

Suhu menurun secara teratur sesuai dengan kedalaman. Semakin dalam suhu akan semakin rendah atau dingin. Hal ini diakibatkan karena kurangnya intensitas matahari yang masuk kedalam perairan. Pada kedalaman melebihi 1000 meter suhu air relatif konstan dan berkisar antara 2°C – 4°C (Hutagalung, 1988)

Suhu mengalami perubahan secara perlahan-lahan dari daerah pantai menuju laut lepas. Umumnya suhu di pantai lebih tinggi dari daerah laut karena daratan lebih mudah menyerap panas matahari sedangkan laut tidak mudah mengubah suhu bila suhu lingkungan tidak berubah. Di daerah lepas pantai suhunya rendah dan stabil.

Lapisan permukaan hingga kedalaman 200 meter cenderung hangat, hal ini dikarenakan sinar matahari yang banyak diserap oleh permukaan. Sedangkan pada kedalaman 200-1000 meter suhu turun secara mendadak yang membentuk sebuah kurva dengan lereng yang tajam. Pada kedalaman melebihi 1000 meter suhu air laut relatif konstan dan biasanya berkisar antara 2-4o C (sahala hutabarat,1986).

Faktor yang memengaruhi suhu permukaan laut adalah letak ketinggian dari permukaan laut (Altituted), intensitas cahaya matahari yang diterima, musim, cuaca, kedalaman air, sirkulasi udara, dan penutupan awan (Hutabarat dan Evans, 1986).

Read More......

Sekilas Oseanografi Pelabuhan Ratu

Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari tentang laut baik dari segi kimia, fisika, maupun biologinya. Parameter yang diamati di Perairan Teluk Pelabuhan Ratu adalah sifat-sifat fisika yang terjadi di lautan, antar lautan dengan atmosfer dan daratan, antara lain suhu, arus, gelombang, pasang surut dan angin. Sedangkan beberapa parameter kimia yang dapat diamati Perairan Teluk Pelabuhan Ratu yaitu salinitas dan oksigen terlarut (DO). Parameter lainnya yaitu parameter biologi. Parameter biologi meliputi komposisi organisme, habitat, dan lain-lain. Parameter-parameter tersebut sangat menentukan bagaimana bentuk dari pantai, sedimen, permukaan dasar laut, dan bagaimana biota hidup didalamnya.


Perairan Teluk Pelabuhan Ratu merupakan salah satu bukti bahwa parameter-parameter tersebut mempengaruhi pantai. Gelombang yang terjadi di teluk ini termasuk golongan transisi dan memiliki panjang gelombang yang besar dalam hubungannya dengan frekuensi yang kecil. Salah satu penyebabnya adalah adanya gaya gesek yang terjadi pada dasar perairan. Hal tersebut dapat mengakibatkan proses abrasi dan sedimentasi. Di pantai ini telah terbukti bahwa terjadi dua fenomena sekaligus, yaitu proses abrasi dan proses sedimentasi karena terjadinya pemusatan energi dan penyebaran energi oleh gelombang. Fenomena abrasi dan sedimentasi ini disebabkan oleh energi yang lebih besar daripada arus dalam dan secara umum kecenderungan abrasi lebih besar dari sedimentasi.
Teluk Pelabuhan Ratu merupakan teluk terbesar di pantai selatan Pulau Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Secara geografis, Teluk Pelabuhan Ratu terletak pada posisi 6° 57’ sampai 7° 07’ LS dan 106° 22’ sampai 106° 33’ BT dengan panjang garis pantai 105 km. Perairan Teluk Pelabuahan Ratu merupakan tempat bermuaranya empat sungai, yakni sungai Cimandiri, sungai Cibareno, sungai Cilentuk, dan sungai Cikanteh. Kecamatan Pelabuhan Ratu berbatasan dengan Kecamatan Ciladang disebelah utara, Kecamatan Ciemas disebelah selatan, Kecamatan Cisolok disebelah barat, Kecamatan Wanasciara disebelah timur, dan Samudera Hindia di sebelah barat daya.
Dasar perairan di Pelabuahan Ratu cukup curam dengan kedalaman antara 3-4 m sampai 200 m. Pelabuahan Ratu juga termasuk salah satu daerah tempat pelelangan ikan di Jawa Barat.

Read More......

Thursday, November 8, 2007

LOBSTER

Lobster bercapit membentuk sebuah keluarga (Nephropidae, kadangkala juga Homaridae) dari crustacean besar laut. Mereka penting sebagai hewan, bisnis, dan makanan.
Lobster bercapit jangan dibingungkan dengan lobster spiny, yang tidak memiliki capit (chelae) dan tidak berhubungan dekat. Hubungan terdekat dari lobster bercapit adalah lobster reef Enoplometopus dan tiga keluarga dari crayfish air tawar.
Lobster kebanyakan datang dari pesisir timur laut Amerika Utara dengan Canadian Maritimes dan negara bagian AS Maine sebagai produsen terbesar. Mereka ditangkap dengan menggunakan jebakan lobster. Alat tersebut diberi umpan dan diturunkan ke dasar laut. Alat ini membiarkan lobster masuk, namun tidak mungkin bagi lobster besar untuk keluar. Alat ini membuat lobster kecil dapat keluar sehingga bisa mecnegah penangkapan lobster yang berlebihan.


Spesies lobster termasuk:
• Atlantic deep-sea lobster (Acanthacaris caeca)
• Prickly deep-sea lobster (Acanthacaris tenuimana)
• Red lobster (Eunephrops bairdii)
• Sculptured lobster (Eunephrops cadenasi)
• Banded lobster (Eunephrops manningi)
• Cape lobster (Homarinus capensis)
• American lobster (Homarus americanus)
• European lobster (Homarus gammarus)
• Andaman lobster (Metanephrops andamanicus)
• Arafura lobster (Metanephrops arafurensis)
• Armored lobster (Metanephrops armatus)
• Northwest lobster (Metanephrops australensis)
• Caribbean lobsterette (Metanephrops binghami)
• New Zealand lobster (Metanephrops challengeri)
• Formosa lobster (Metanephrops formosanus)
• Japanese lobster (Metanephrops japonicus)
• African lobster (Metanephrops mozambicus)
• Neptune lobster (Metanephrops neptunus)
• Urugavian lobster (Metanephrops rubellus)
• Sculpted lobster (Metanephrops sagamiensis)
• Siboga lobster (Metanephrops sibogae)
• China lobster (Metanephrops sinensis)
• Red-banded lobster (Metanephrops thomsoni)
• Velvet lobster (Metanephrops velutinus)
• Bight lobster (Metanephrops boschmai)
• Mitten lobsterette (Nephropides caribaeus)
• Norway lobster (Nephrops norvegicus)
• Spinetail lobsterette (Nephropsis acanthura)
• Florida lobsterette (Nephropsis aculeata)
• Prickly lobsterette (Nephropsis agassizii)
• Scarlet lobsterette (Nephropsis atlantica)
• Ridge-back lobsterette (Nephropsis carpenteri)
• Gladiator lobsterette (Nephropsis ensirostris)
• Saya de Malha lobsterette (Nephropsis malhaensis)
• Ruby lobsterette (Nephropsis neglecta)
• Pacific lobsterette (Nephropsis occidentalis)
• Rosy (or two-toned) lobsterette (Nephropsis rosea)
• Indian Ocean lobsterette (Nephropsis stewarti)
• Red and white lobsterette (Nephropsis suhmi)
• Grooved lobsterette (Nephropsis sulcata)
• Bellator lobster (Thymopides grobovi)
• Patagonian lobsterette (Thymops birsteini)
• Nilenta lobsterette (Thymopsis nilenta)

Read More......

Lobster Air Tawar

Berbicara mengenai Lobster Air Tawar atau Freshwater Crayfish, berarti berbicara mengenai lebih dari 500 jenis hewan akuatik dari keluarga Astacidae, Cambaridae dan Parastacidae. Mereka tersebar di seluruh dunia, mulai dari Austaralia, Newzealand, Papua, Amerika, Jepang, China, Madagaskar, Amerika dan Eropa.

Meskipun demikian, untuk mempersempit cakupan, baiklah dibicarakan jenis-jenis lobster yang beredar di Indonesia sejauh ini.



Mereka adalah:
  • Cherax destructor
  • Cherax quadricarinatus
  • Procambarus Claarkii
  • dan beberapa spesies lokal asal Irian dari genus Cherax

Cherax dustructor
Cherax destructor merupakan jenis lobster air tawar (LAT) yang paling dikenal diantara 100 jenis LAT yang hidup di Australia. Mereka bisa dijumpai mulai dari daerah New South Wales hingga diselurah dataran benua Australia. Sebaran yang luas menyebabkan mereka mampu beradaptasi mulai dari daerah dingin di danau-danau berair dingin pegunungan Snowy, hingga daerah beriklim panas.

Cherax destructor boleh dikatakan merupakan makanan orang suku asli Australia (aborigin). Setidaknya hal tersebut telah dilakukan sejak 28.000 tahun lalu, berdasarkan temuan-temuan arkeologis setempat.

Pada umumnya C. destructor dijumpai di danau-danau, rawa rawa, billabong, bendungan, saluran irigasi, dan juga disungai-sungai. Mereka termasuk tahan banting. Pada musim kering mereka akan bertahan hidup dengan cara membuat luband didalam tanah. Bahkan mreka mampu membuat lubang hingga kedalaman 5 meter. Paa saat musim penghujan mereka kemudian keluar untuk mencari makan, memijah dan bermigrasi.

Di habitat asalnya, C destructor kadang-kadang disalahkan sebagai penyebabnya runtuhnya bendungan. Hal ini biasanya terjadi apabila dinding bendungan tersebut kurang dari 2 meter, dan sering terjadi perubahan permukaan air, seperti biasa terjadi di sawah. Meskipun demikian kejadian demikian jarang dijumpai pada dam-dam yang ketebalan dindingnya lebih dari 6 meter



Cherax quadricarinatus.
C. quadricarinatus dikenal dengan sebutan Redclaw atau biasa juga disebut sebagai Yabby Queensland Utara. Disebut red claw karena LAT dewasa jenis ini mempunyai warna merah pada capit bagian luarnya, khususnya pada LAT jantan. Mereka umumnya dijumpai di sungai-sungai di Dividing Range.

LAT dengan warna dasar hijua-coklat ini, di daerah asalnya merupakan makanan penduduk setempat. Rasanya lezat apabila disajikan dalam bentuk LAT bakar.

C. quadricarinatus sangat mudah dibedakan dari jenis cherax lainnya. Hal ini dicirikan dalam nama latinnya yaitu quadricarinatus yang artinya mempunyai empat buah lunas (quadri=empat, carinatus = carinae, bentukan menyerupai lunas).

Lobster Air Tawar dari Jenis Red Claw (Cherax Quadricarinatus) ini bila ditinjau dari sisi jenis makanan yang di sajikan oleh Restoran adalah termasuk menu hewan konsumsi pilihan dikalangan menengah ke atas, harga pemasok utuk Restoran harganya lumayan mahal di bandrol IDR 150.000~250.000,-/Kg (isi 10~12 ekor) mempunyai cita rasa yang lebih enak/gurih dibandingkan dengan jenis Lobster Air Laut bila dimasak/digoreng. Dan menurut hasil sebuah penelitian kandungan kolesterol pada Lobster Air Tawar lebih rendah dibandingkan dengan Lobster Air Laut atau jenis udang-udangan yang lainnya. Sehingga sangat aman untuk di konsumsi bagi siapa saja.

Hewan yang habitat asli berasal dari Australia ini mulai di kenal di Indonesia sejak lama dan mulai dikembang biakkan di sejak tahun 1996. Sebagai bahan Komoditas yang mempunyai peluang pasar export dan domestik yang sangat besar, oleh karena hingga sekarang masih sangat tinggi. Quota untuk permintaan suply pasar banyak yang masih belum dapat terpenuhi. Melihat peluang yang demikian amat besar,dan satu hal yang perlu anda ketahui bahwa untuk bisnis ini belum banyak yang menggarap secara serius, sehingga ini adalah merupakan kesempatan bagi yang mau memulai untuk mencapai suatu keberhasilan.

Read More......

TAKSONOMI DAN MORFOLOGI LAT

Taksonomi Lobster Air Tawar :

Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Subphylum: Crustacea
Class : Malacostraca
Order : Decapoda
Suborder: Pleocyemata
Infraorder : Astacidea
Superfamily: Parastacoidea
Family : Parastacidae
Genus : Cherax quadricarinatus


Kepala terdapat sepasang antena panjang dan antena pendek. Keduanya berfungsi sebagai sensor makanan dan pendeteksi lingkungannya. Bagian kepala juga dilengkapi dengan capit yang besar dan keras. Fungsinya untuk mempertahankan diri, selain itu capit pada jantan digunakan untuk menarik perhatian betina. Sedangkan capit yang berukuran kecil yang terletak dekat mulut berfungsi untuk mencacah makanan sebelum dimasukkan ke dalam mulut.

Tubuhnya lunak dan memiliki cangkang yang beruas-ruas dan terbuat dari zat khitin. Abdomen lobster air tawar beruas-ruas. Pada abdomen terdapat 4 pasang kaki panjang (kaki jalan) di bagian atas dan 4 pasang kaki pendek (kaki renang)di bagian bawah.

Pada lobster jantan terdapat alat reproduksi berbentuk seperti taji pada sepasang kaki jalan paling bawah. Sedangkan pada lobster betina terdapat tonjolan kecil pada kaki jalan ketiga. Pada lobster betina 4 pasang kaki renang berfungsi untuk memegangi telur yang melekat pada perutnya. Masing masing pasangan kaki tersebut akan bertautan melingkari kumpulan telurnya. Pada saat menggendong telur, kadang-kadang kaki-kaki ini bergerak seperti gerakan mengipas.

Ekor lobster air tawar (uropoda) berbentuk seperti kipas. Lobster bisa berjalan maju maupun mundur, ekornya ditekuk ke arah dalam untuk melindungi telur-telurnya.


Read More......