Penggunaan media purewater terhadap kelangsungan hidup ikan Black Ghost Apteronotus albifrons dalam pengangkutan sistem tertutup dengan kepadatan tinggi
.::Second thought to a hour, Hour thought to a day, Day thought to a week, week thought to a month, Month thought to a year. Every time in our life is beautiful, we can took a lot of interest informations whom role our live. so share it for all the people of the world!!!::.
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
di
11:11:00 AM
1 komentar
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Driving my life
di
11:53:00 PM
0
komentar
Penasaran dan untuk membuktikan kalo ini bukan sugesti belaka, coba mengecek kualitas air murni CLEO di Lab kualitas Air Lingkungan BDP. Kebetulan aku juga asisten Mata Kuliah Fisika Kimia Perairan (Fiskimper), so aku uji air murni CLEO tuk mengetahui kualitasnya. Hasil uji LAB kualitas air dari air kemasan bermerk CLEO dengan air sampel sebanyak 25 ml :
Setting Alat oleh Kang Abe/Akbar Firdaus (Laboran)

Pengukuran DO CLEOPada suhu 27,2 derajat Celcius didapatkan nilai DO 8,26 mg/L (Kaya akan Oksigen), Alkalinitas sebesar 32 ppm dan Kesadahan 9,29 ppm CaCo3 (Soft)




Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Driving my life,
Fisika Kimia Perairan
di
10:41:00 PM
20
komentar
Setiap ikan memiliki kisaran temperatur yang dapat ditolerirnya, dan ada temperatur optimal untuk pertumbuhan dan reproduksi. Temperatur optimal ini dapat berubah seiring dengan pertumbuhan ikan. Di hatchery, temp. air yang terlalu tinggi atau terlalu rendah menyebabkan stress, menyebabkan ikan lebih rentan terhadap serangan penyakit. Sebag. besar senyawa kimia lebih mudah larut dengan meningkatnya temperatur, sebaliknya O2 dan CO2 menjadi kurang larut. Sebag. besar senyawa kimia lebih mudah larut dengan meningkatnya temperatur, sebaliknya O2 dan CO2 menjadi kurang larut.
¨ Menurut Wedemeyer (1996) :
Ø Meningkatkan temperatur air berarti :
1. meningkatkan pula toksisitas dari banyak kontaminan-kontaminan terlarut,
2. mendukung perkembangan dan tingkat serangan patogen ikan,
3. menurunkan konsentrasi O2 terlarut, dan
4. meningkatkan konsumsi O2 dengan meningkatnya temperatur tubuh dan laju metabolik ikan.
5. Respon kekebalan tubuh ikan tropis ditingkatkan dengan meningkatnya temperatur
Ø Sedangkan menurunkan temperatur air akan :
1. menurunkan temperatur tubuh ikan,
2. menekan respon kekebalan dari ikan tropis
3. menurunkan nafsu makan, aktivitas dan pertumbuhan.
Ø temperatur air memp. efek > thdp kesehatan dan kondisi fisiologi ikan drpd peubah lingkungan lainnya dengan kekecualian O2 terlarut.
Ø Temperatur memainkan peranan penting didalam proses-proses penyakit infeksius.
Temperatur maksimum dan minimum yang ikan dapat mentoleransi :
1. ditentukan secara genetik, tetapi juga
2. dipengaruhi sampai tigkatan tertentu oleh peubah-peubah seperti :
¨ lama waktu aklimasi,
¨ konsentrasi DO, dan
¨ terhadap jumlah dan macam ion-ion yang terlarut yang mungkin ada.
Ø Mekanisme fisiologi yang bertanggungjawab terhadap kematian ikan pada temperatur air yang tinggi tidak sepenuhnya dipahami tetapi beberapa faktor kemungkinan berperan.
Ø Sebagai contoh pada budidaya ikan rainbow trout, ketika temperatur air dihangatkan dari 0° ke 26° C, yang merupakan batas temperatur lethal bawah dan atas untuk ikan ini :
¨ Konsumsi oksigen dari rainbow trout naik beberapa tingkat.
¨ DO menurun dengan paling sedikit setengahnya dikarenakan penurunan kelarutan oksigen.
¨ Tingkat O2 darah secara pasti menurun dan transport oksigen ke jaringan menjadi rendah.
¨ Kemampuan untuk mempertahankan cadangan energi (kandungan lemak seluruh tubuh) menurun.
¨ Konsentrasi elektrolit serum darah juga menurun, dan
¨ Kegagalan osmoregulasi mungkin penyebab akhir dari kematian ikan ini.
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Fisika Kimia Perairan
di
10:26:00 PM
2
komentar
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Fisika Kimia Perairan
di
9:11:00 PM
3
komentar
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
di
2:22:00 PM
1 komentar

Do'a malaikat Jibril menjelang Ramadhan " "Ya Allah tolong abaikan puasa
umat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan
hal-hal yang berikut:
* Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada)
* Tidak berma'afan terlebih dahulu antara suami isteri
* Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.
Maka Rasulullah pun mengatakan Amin sebanyak 3 kali. Dapatkah kita
bayangkan, yang berdo'a adalah Malaikat dan yang meng-aminkan adalah
Rasullullah dan para sahabat, dan dilakukan pada hari Jumaat.
Oleh itu saya terlebih dahulu memohon ampun dan maaf jika saya ada berbuat
kesalahan, baik yang tidak di sengaja maupun yang di sengaja, semoga kita
dapat menjalani ibadah puasa dengan khusyuk, diberkati dan dirahmati Allah
S.W.T, insyaallah.
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1429 H.
Please forgive me, mistakes,shortcomings as we welcome Ramadhan.
May Allah give u strength in ur iman and health. Amiin...
Gluckwunsch zum Ramadhan...
Ich bitte un Verzeihung...
Viel Erfolg beim Shaum Ramadhon...
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
di
1:20:00 PM
7
komentar

Nama Ilmiah: Epalzeorhynchos frenatum, Labeo frenatus
Nama umum: Rainbow Shark, Redfin Shark
Family: Cyprinidae
Species: Cyprinids
Ukuran maksimum: 6 inchi
Lama hidup (rata-rata) : 6 tahun
Habitat alami : Asia
Suhu hidup optimal : 74-82 F
PH : 6-8
Hardness : 5-15
Deskripsi : The Rainbow Shark / Redfin sahark mudah dipelihara dan dapat hidup di aquarium dengan ikan yang lain. Direkomendasikan memberi tempat persembunyianya dalam pemeliharaannya bisa menggunakan pipa paralon yang dipotong-potong. Ikan ini bersifat agresif dan hewan teritorial bertarung akan menyerang ikan sejenisnya jika dipelihara 2-3 ekor dalam 1 tempat. Sulit dikawinkan di akuarium (secara alami). Untuk kelamin jantan terlihat garis hitam pada sirip ekor. Baik di beri makan sayuran segar karena ikan ini bersifat herbivorous. Tidak ada penyakit yang spesifik menyerang jenis ikan ini.
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Ikan Hias
di
9:08:00 PM
3
komentar
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Driving my life
di
7:34:00 PM
1 komentar
Fuuuiiiih… my weekend like a shortest day
Hari-hariqu di akhir tahun kemaren dan awal tahun ini mulai terpadati dengan aktivitas yang beragam dan terkadang membuatqu kewalahan menyusun agenda hidup. Contohnya hari sabtu ini, seingetqu hari ini ada ujian minor jam7 pagi. Eh ga taunya…hari senin jam ½ 4 sore coba…. Padahal udah siap-siap jalan tuk uas, untung sms ke wira n bales sms kalo uas hari senin jam ½ 4 sore. Tanks bro’. Tuk mastiiin lagi aqu sms ke temen yang laen, eh ternyata bener…cape dech (kukira coklat, ga taunya brokat, otakku kaco berat!!!)
Tapi kuputuskan untuk tetep jalan ke kampus, ya tuk refresing…geto!!!Coz qu pikir penting banged tuch penyegaran pikiran yang semalem dipoltsir abis. Bayangin aza udah Jum’at kmaren ke Bintaro nyari benih lobster (bagian dari maisah ku) yang gagal ketemu orangnya, malemnya langsung syuro BEM. Dari situ tuch indikasi pikiranqu udah mulai ga stabil alias ngaco, pas mimpin rapat ngomong aza agak tersendat-sendat. Mana Hp di MC2 ama wika coz motorny qu bawa kabur eh salah ding qu pinjem sebentar n doi mo make buat liqo, padahal aqu jg ada liqo untungnya dah izin telat ke MR...hehehe
Selese rapat cabut langsung liqo...yoi my man!!!but di jalan ketemu Jardie bin jenggot n ngasih tau yang intinya besok sabtu aqu kudu nganterin Willy ke Jakarta bwt bayar DP benih lobster pake motor jardi. Waduh mana belum punya SIM lagi!!! Hoah ga papa dach ngangkot asal jelas alamatnya but abis setelah ujian sekitar jam 9an (yg akhirnya ga jadi ujian coz salah jadwal).
Cutting the words, aqu lsg ke tempat liqoan bareng Umam yg ketemu di jalan. Sampe di tempat liqoan wesss subhanallah udah ada temen-temen seperjuangan (Smoga ukhuwah kita terjaga) menunggu padahal sebagian dari mereka ada uas besoknya sama dg qu. But agak sedikit kecewa coz liqoan udah dipenghujung. Yah tinggal acara kabar-kabaran n kesepakatn untuk rihlah tapi sebelumnya aqu sempet presentasikan tugasqu. Nyaman banged pikiran abis liqo coz beban psikologis berkurang (Subhannallah).
Sebelum pulang qta makan-makan bareng dulu n saling cerita. Pas makan-makan eh dateng temen seLiqoan lain yang tadi ga sempet dateng karena besok ada uas pagi dan dia lagi hunting bahan so tambah rame dech...yonkru!!!Sebelum berpisah janjian saling MC tuk bangunin jam 3 pagi. Nyampe di kostan jam 23an jadi semngad tuk belajar makin tinggi neh akhirnya ku pegang slide kubaca sambil terbaring di karpet eh lama-kelamaan ngantuq juga....zzzZZZ Gubrak (Pintu kontrakan dibuka) Aslamolaikoommm!!! Alhamdullilah wika dateng, aqu keluar dari kamar n ngeliat ke bawah...n minta bangunin jam 3 an...balik ke kamar n rebahan sebelumnya masang alarm weker 2 di meja belajar, alarm hp + 1 jam weker di WC kamar bwt jaga2 namanya juga lage keadaan darurat UAS. Next....zzzZZZZ
Jam 3 pagi....Titttt...titttt!!!33 x (bunyi weker jam +hp ngamuk) langsung az aqu banting, pukulan maut, tendangan maut... sentilan maut....mati juga tuch ketiga alarm..so balik zzzZZZ. Mata sedikit melek ngelirik jam ....busyet jam 4 pagi kurang 10 menit. Wadow...blon belajar aing!!!mana slid bejibun!!!
Yang terpenting tenangin diri dulu,,,,sholat malem..dzikir sejenak biz ntu belajar. Pas baca dua halaman, eh inget kudu MC so MC dech ke temen liqo. Eh inget lage klo tanggal 10 Muharram so kudu puasa sunah neh. Mo masak mie, ngeliat ke dapur, wika n mas yaghie lagie perang mie instan di atas wajan. Ya udah minum aza cukup n terusin belajar yg slid masih bejibun n otak ngeblank!!pas baca 1 hal uadah azan terpaksa berhenti sejenak n ke musholah tuk sholat. Biz sholat tilawah sejenak lanjut kebut belajar sekenanya asal kebet bin sabet. Mandi siap-siap berangkat uas dengan pesimis bs ngerjain (pasrah dech kalo hasilnya dapet nilai A...hehehe), sms wira buat ngingetin n nannya tempat ujian eh ga taunya ujian hari senen dorodong..dong!!!lanjutnya kaya cerita di atas.
Di kampus ngobrol bareng temen dilanjutkan jalan ke bara dengan niat ke rental benerin blog. Tiba-tiba HP bergetar-getar..jadi merinding disco neeh..Ga taunya ka Hendy nelpon n sms tuk janjian ketemu di BNI. Ternyata aqu diminta tuk ke Cengkareng JKT buat nemenin Willy bayar DP benih lobster, so dengan semangadh cabut dech... Coz aqu dach komitmen tuk bisnis ini ya itung2 belajar mengaplikasikan ilmu dari kuliah + nambah2 buat ’maisah’ku.
Semoga Allah SWT yang selalu menempa kedewasaanqu, meridhoiqu untuk menggunakan waktu yang tersisa dalam hidup untuk kebaikan dan perjuangan dalam kebenaran. Amin..
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Driving my life
di
4:35:00 PM
3
komentar
Walaupun udah telat, tapi masih terasa suasananya. So aku mau ucapin :

Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Driving my life
di
3:54:00 PM
0
komentar
Sistem Informasi Geografi (SIG) atau Geographic Information System (GIS) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi atau dengan kata lain suatu SIG adalah suatu sistem basis data dengan kemampuan khusus untuk menangani data yang bereferensi keruangan (spasial) bersamaan dengan seperangkat operasi kerja (Barus dan Wiradisastra, 2000). Sedangkan menurut Anon (2001) Sistem Informasi geografi adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). Disamping itu, SIG juga dapat menggabungkan data, mengatur data dan melakukan analisis data yang akhirnya akan menghasilkan keluaran yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi.
Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.
Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua kelompok yaitu sistem manual (analog), dan sistem otomatis (yang berbasis digital komputer). Perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem Informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan dianalisis secara manual dengan alat tanpa komputer. Sedangkan Sistem Informasi Geografis otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi. Data lain dapat berupa peta dasar terdigitasi (Nurshanti, 1995).
Pengertian GIS/SIG saat ini lebih sering diterapkan bagi teknologi informasi spasial atau geografi yang berorientasi pada penggunaan teknologi komputer. Dalam hubungannya dengan teknologi komputer, Arronoff (1989) dalam Anon (2003) mendifinisikan SIG sebagai sistem berbasis komputer yang memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), memanipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Sedangkan Burrough, 1986 mendefinisikan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengelola, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan. Komponen utama Sistem Informasi Geografis dapat dibagi kedalam 4 komponen utama yaitu: perangkat keras (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), perangkat lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), organisasi (manajemen) dan pemakai (user). Kombinasi yang benar antara keempat komponen utama ini akan menentukan kesuksesan suatu proyek pengembangan Sistem Informasi Geografis.
Aplikasi SIG dapat digunakan untuk berbagai kepentingan selama data yang diolah memiliki refrensi geografi, maksudnya data tersebut terdiri dari fenomena atau objek yang dapat disajikan dalam bentuk fisik serta memiliki lokasi keruangan (Indrawati, 2002).
Tujuan pokok dari pemanfaatan Sistem Informasi Geografis adalah untuk mempermudah mendapatkan informasi yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek. Ciri utama data yang bisa dimanfaatkan dalam Sistem Informasi Geografis adalah data yang telah terikat dengan lokasi dan merupakan data dasar yang belum dispesifikasi (Dulbahri, 1993).
Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk digital, dengan demikian analisis yang dapat digunakan adalah analisis spasial dan analisis atribut. Data spasial merupakan data yang berkaitan dengan lokasi keruangan yang umumnya berbentuk peta. Sedangkan data atribut merupakan data tabel yang berfungsi menjelaskan keberadaan berbagai objek sebagai data spasial.
Penyajian data spasial mempunyai tiga cara dasar yaitu dalam bentuk titik, bentuk garis dan bentuk area (polygon). Titik merupakan kenampakan tunggal dari sepasang koordinat x,y yang menunjukkan lokasi suatu obyek berupa ketinggian, lokasi kota, lokasi pengambilan sample dan lain-lain. Garis merupakan sekumpulan titik-titik yang membentuk suatu kenampakan memanjang seperti sungai, jalan, kontus dan lain-lain. Sedangkan area adalah kenampakan yang dibatasi oleh suatu garis yang membentuk suatu ruang homogen, misalnya: batas daerah, batas penggunaan lahan, pulau dan lain sebagainya.
Struktur data spasial dibagi dua yaitu model data raster dan model data vektor. Data raster adalah data yang disimpan dalam bentuk kotak segi empat (grid)/sel sehingga terbentuk suatu ruang yang teratur. Data vektor adalah data yang direkam dalam bentuk koordinat titik yang menampilkan, menempatkan dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis atau area (polygon) (Barus dan Wiradisastra, 2000).
Lukman (1993) menyatakan bahwa sistem informasi geografi menyajikan informasi keruangan beserta atributnya yang terdiri dari beberapa komponen utama yaitu:
1. Masukan data merupakan proses pemasukan data pada komputer dari peta (peta topografi dan peta tematik), data statistik, data hasil analisis penginderaan jauh data hasil pengolahan citra digital penginderaan jauh, dan lain-lain. Data-data spasial dan atribut baik dalam bentuk analog maupun data digital tersebut dikonversikan kedalam format yang diminta oleh perangkat lunak sehingga terbentuk basisdata (database). Menurut Anon (2003) basisdata adalah pengorganisasian data yang tidak berlebihan dalam komputer sehingga dapat dilakukan pengembangan, pembaharuan, pemanggilan, dan dapat digunakan secara bersama oleh pengguna.
2. Penyimpanan data dan pemanggilan kembali (data storage dan retrieval) ialah penyimpanan data pada komputer dan pemanggilan kembali dengan cepat (penampilan pada layar monitor dan dapat ditampilkan/cetak pada kertas).
3. Manipulasi data dan analisis ialah kegiatan yang dapat dilakukan berbagai macam perintah misalnya overlay antara dua tema peta, membuat buffer zone jarak tertentu dari suatu area atau titik dan sebagainya. Anon (2003) mengatakan bahwa manipulasi dan analisis data merupakan ciri utama dari SIG. Kemampuan SIG dalam melakukan analisis gabungan dari data spasial dan data atribut akan menghasilkan informasi yang berguna untuk berbagai aplikasi
4. Pelaporan data ialah dapat menyajikan data dasar, data hasil pengolahan data dari model menjadi bentuk peta atau data tabular. Menurut Barus dan wiradisastra (2000) Bentuk produk suatu SIG dapat bervariasi baik dalam hal kualitas, keakuratan dan kemudahan pemakainya. Hasil ini dapat dibuat dalam bentuk peta-peta, tabel angka-angka: teks di atas kertas atau media lain (hard copy), atau dalam cetak lunak (seperti file elektronik).
Menurut Anon (2003) ada beberapa alasan mengapa perlu menggunakan SIG, diantaranya adalah:
1. SIG menggunakan data spasial maupun atribut secara terintegrasi
2. SIG dapat digunakansebagai alat bantu interaktif yang menarik dalam usaha meningkatkan pemahaman mengenai konsep lokasi, ruang, kependudukan, dan unsur-unsur geografi yang ada dipermukaan bumi.
3. SIG dapat memisahkan antara bentuk presentasi dan basis data
4. SIG memiliki kemampuan menguraikan unsur-unsur yang ada dipermukaan bumi kedalam beberapa layer atau coverage data spasial
5. SIG memiliki kemapuan yang sangat baik dalam memvisualisasikan data spasial berikut atributnya
6. Semua operasi SIG dapat dilakukan secara interaktif
7. SIG dengan mudah menghsilkan peta-peta tematik
8. semua operasi SIG dapat di costumize dengan menggunakan perintah-perintah dalam bahaa script.
9. Peragkat lunak SIG menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak lain
10. SIG sangat membantu pekerjaan yang erat kaitannya dengan bidang spasial dan geoinformatika.
Barus dan Wiradisastra (2000) juga mengungkapkan bahwa SIG adalah alat yang handal untuk menangani data spasial, dimana dalam SIG data dipelihara dalam bentuk digital sehingga data ini lebih padat dibanding dalam bentuk peta cetak, tabel atau dalam bentuk konvensional lainnya yang akhirnya akan mempercepat pekerjaan dan meringankan biaya yang diperlukan.
Sarana utama untuk penanganan data spasial adalah SIG. SIG didesain untuk menerima data spasial dalam jumlah besar dari berbagai sumber dan mengintergrasikannya menjadi sebuah informasi, salah satu jenis data ini adalah data pengindraan jauh. Pengindraan jauh mempunyai kemampuan menghasilkan data spasial yang susunan geometrinya mendekati keadaan sebenarnya dengan cepat dan dalam jumlah besar. Barus dan Wiradisastra (2000) mengatakan bahwa SIG akan memberi nilai tambah pada kemampuan pengindraan jauh dalam menghasilkan data spasial yang besar dimana pemanfaatan data pengindraan jauh tersebut tergantung pada cara penanganan dan pengolahan data yang akan mengubahnya menjadi informasi yang berguna.
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Education,
teknologi
di
5:43:00 PM
7
komentar
Gelombang adalah peristiwa naik turunnya permukan air laut dari ukuran kecil (riak) sampai yang paling panjang (pasang surut). Gelombang yang terjadi di perairan Teluk Pelabuhan Ratu merupakan gelombang hasil rambatan yang terjadi di samudera Indonesia. Gelombang ini dipengaruhi oleh kondisi topografi dasar laut dan keadaan angin. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa keadaan gelombang tertinggi terjadi pada periode bulan desember sampai februari (musim barat), ketinggian gelombang mencapai 1,5 m – 2 m. Sedangkan pada bulan lainnya tinggi gelombang yang tercatat kurang dari 1,5 meter (Nurjaya,1993).
Penyebab utama terjadinya gelombang adalah angin. Gelombang dipengaruhi oleh kecepatan angin, lamanya angin bertiup, dan jarak tanpa rintangan saat angin bertiup (fetch). Gelombang terdiri dari panjang gelombang, tinggi gelombang, periode gelombang, kemiringan gelombang dan frekuensi gelombang. Panjang gelombang adalah jarak berturut-turut antara dua puncak atau dua buah lembah. Tinggi gelombang adalah jarak vertikal antara puncak dan lembah gelombang. Periode gelombang adalah waktu yang dibutuhkan gelombang untuk kembali pada titik semula. Kemiringan gelombang adalah perbandingan antra tinggi dan panjang gelombang. Frekuensi gelombang adalah jumlah gelombang yang terjadi dalam satu satuan waktu.
Pada hakikatnya, gelombang yang terbentuk oleh hembusan angin akan merambat lebih jauh dari daerah yang menimbulkan angin tersebut. Hal ini yang menyebabkan daerah di pantai selatan Pulau Jawa memiliki gelombang yang besar meskipun angin setempat tidak begitu besar. Gelombang besar yang datang itu bisa merupakan gelombang kiriman yang berasal dari badai yang terjadi jauh dibagian selatan Samudera Hindia.
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Education
di
8:49:00 PM
2
komentar
Arus adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horizontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia (Hutabarat dan Evans, 1986). Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tiupan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang (Nontji,1987).
Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan tekanan air, perbedaan densitas air, gaya coriolis dan arus ekman, topografi dasar laut, arus permukaan, upwellng , downwelling.
Selain angin, arus – arus dipengaruhi oleh paling tidak tiga faktor, yaitu (sahala hutabarat,1986) :
1.Bentuk Topografi dasar lautan dan pulau – pulau yang ada di sekitarnya : Beberapa sistem lautan utama di dunia sibatasi oleh massa daratan dari tiga sisi dan pula oleh arus equatorial counter di sisi yang keempat. Batas – batas ini menghasilkan sistem aliran yang hampir tertutup dan cenderung membuat aliran mengarah dalam suatu bentuk bulatan.
2.Gaya Coriollis dan arus ekman : Gaya Corriolis mempengaruhi aliran massa air, di mana gaya ini akan membelokkan arah mereka dari arah yang lurus. Gaya corriolis juga yangmenyebabkan timbulnya perubahan – perubahan arah arus yang kompleks susunannya yang terjadi sesuai dengan semakin dalamnya kedalaman suatu perairan.
3.Perbedaan Densitas serta upwelling dan sinking : Perbedaan densitas menyebabkan timbulnya aliran massa air dari laut yang dalam di daerah kutub selatan dan kutub utara ke arah daerah tropik.
Adapun jenis – jenis arus dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :
1.Berdasarkan penyebab terjadinya
Arus Ekman : Arus yang dipengaruhi oleh angin
Arus termohaline : Arus yang dipengaruhi oleh densitas dan gravitasi
Arus pasut : Arus yang dipengaruhi oleh pasut
Arus Geostropik : Dipengaruhi oleh gradien tekanan mendatar dan gaya coriolis
Wind Driven Current : Dipengaruhi oleh pola pergerakan angin dan terjadi pada lapisan permukaan
2.Berdasarkan Kedalaman
Arus permukaan : Terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, bergerak dengan
arah horizontal dan dipengaruhi oleh pola sebaran angin
Arus dalam : Terjadi jauh di dasar kolom perairan, arah pergerakannya tidak
dipengaruhi oleh pola sebaran angin dan mambawa massa air dari daerah kutub ke
daerah ekuator
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Education
di
8:28:00 PM
1 komentar
Arus adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horizontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia (Hutabarat dan Evans, 1986). Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tiupan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang (Nontji,1987).
Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan tekanan air, perbedaan densitas air, gaya coriolis dan arus ekman, topografi dasar laut, arus permukaan, upwellng , downwelling.
Selain angin, arus – arus dipengaruhi oleh paling tidak tiga faktor, yaitu (sahala hutabarat,1986) :
1.Bentuk Topografi dasar lautan dan pulau – pulau yang ada di sekitarnya : Beberapa sistem lautan utama di dunia sibatasi oleh massa daratan dari tiga sisi dan pula oleh arus equatorial counter di sisi yang keempat. Batas – batas ini menghasilkan sistem aliran yang hampir tertutup dan cenderung membuat aliran mengarah dalam suatu bentuk bulatan.
2.Gaya Coriollis dan arus ekman : Gaya Corriolis mempengaruhi aliran massa air, di mana gaya ini akan membelokkan arah mereka dari arah yang lurus. Gaya corriolis juga yangmenyebabkan timbulnya perubahan – perubahan arah arus yang kompleks susunannya yang terjadi sesuai dengan semakin dalamnya kedalaman suatu perairan.
3.Perbedaan Densitas serta upwelling dan sinking : Perbedaan densitas menyebabkan timbulnya aliran massa air dari laut yang dalam di daerah kutub selatan dan kutub utara ke arah daerah tropik.
Adapun jenis – jenis arus dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu :
1.Berdasarkan penyebab terjadinya
Arus Ekman : Arus yang dipengaruhi oleh angin
Arus termohaline : Arus yang dipengaruhi oleh densitas dan gravitasi
Arus pasut : Arus yang dipengaruhi oleh pasut
Arus Geostropik : Dipengaruhi oleh gradien tekanan mendatar dan gaya coriolis
Wind Driven Current : Dipengaruhi oleh pola pergerakan angin dan terjadi pada lapisan permukaan
2.Berdasarkan Kedalaman
Arus permukaan : Terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, bergerak dengan
arah horizontal dan dipengaruhi oleh pola sebaran angin
Arus dalam : Terjadi jauh di dasar kolom perairan, arah pergerakannya tidak
dipengaruhi oleh pola sebaran angin dan mambawa massa air dari daerah kutub ke
daerah ekuator
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Education
di
8:28:00 PM
0
komentar
Suhu adalah suatu besaran fisika yang menyatakan banyaknya bahang yang terkandung dalam suatu benda. Secara alamiah sumber utama bahang dalam air laut adalah matahari. Setiap detik matahari memancarkan bahang sebesar 1026 kalori dan setiap tempat dibumi yang tegak lurus ke matahari akan menerima bahang sebanyak 0.033 kalori/detik. Pancaran energi matahari ini akan sampai kebatas atas atmosfir bumi rata- rata sekitar 2 kalori/cm2/menit. Pancaran energi ini juga sampai ke permukaan laut dan diserap oleh massa air (Meadous and Campbell,1993).
Kisaran suhu pada daerah tropis relatif stabil karena cahaya matahari lebih banyak mengenai daerah ekuator daripada daerah kutub. Hal ini dikarenakan cahaya matahari yang merambat melalui atmosfer banyak kehilangan panas sebelum cahaya tersebut mencapai kutub. Suhu di lautan kemungkinan berkisar antara -1.87°C (titik beku air laut) di daerah kutub sampai maksimum sekitar 42°C di daerah perairan dangkal (Hutabarat dan Evans, 1986).
Sebaran suhu secara menegak ( vertikal) diperairan Indonesia terbagi atas tiga lapisan, yakni lapisan hangat di bagian teratas atau lapisan epilimnion dimana pada lapisan ini gradien suhu berubah secara perlahan, lapisan termoklin yaitu lapisan dimana gradien suhu berubah secara cepat sesuai dengan pertambahan kedalaman, lapisan dingin di bawah lapisan termoklin yang disebut juga lapisan hipolimnion dimana suhu air laut konstan sebesar 4ºC. Pada lapisan termoklin memiliki ciri gradien suhu yaitu perubahan suhu terhadap kedalaman sebesar 0.1ºC untuk setiap pertambahan kedalaman satu meter (Nontji,1987).
Suhu menurun secara teratur sesuai dengan kedalaman. Semakin dalam suhu akan semakin rendah atau dingin. Hal ini diakibatkan karena kurangnya intensitas matahari yang masuk kedalam perairan. Pada kedalaman melebihi 1000 meter suhu air relatif konstan dan berkisar antara 2°C – 4°C (Hutagalung, 1988)
Suhu mengalami perubahan secara perlahan-lahan dari daerah pantai menuju laut lepas. Umumnya suhu di pantai lebih tinggi dari daerah laut karena daratan lebih mudah menyerap panas matahari sedangkan laut tidak mudah mengubah suhu bila suhu lingkungan tidak berubah. Di daerah lepas pantai suhunya rendah dan stabil.
Lapisan permukaan hingga kedalaman 200 meter cenderung hangat, hal ini dikarenakan sinar matahari yang banyak diserap oleh permukaan. Sedangkan pada kedalaman 200-1000 meter suhu turun secara mendadak yang membentuk sebuah kurva dengan lereng yang tajam. Pada kedalaman melebihi 1000 meter suhu air laut relatif konstan dan biasanya berkisar antara 2-4o C (sahala hutabarat,1986).
Faktor yang memengaruhi suhu permukaan laut adalah letak ketinggian dari permukaan laut (Altituted), intensitas cahaya matahari yang diterima, musim, cuaca, kedalaman air, sirkulasi udara, dan penutupan awan (Hutabarat dan Evans, 1986).
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Education
di
8:04:00 PM
0
komentar
Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari tentang laut baik dari segi kimia, fisika, maupun biologinya. Parameter yang diamati di Perairan Teluk Pelabuhan Ratu adalah sifat-sifat fisika yang terjadi di lautan, antar lautan dengan atmosfer dan daratan, antara lain suhu, arus, gelombang, pasang surut dan angin. Sedangkan beberapa parameter kimia yang dapat diamati Perairan Teluk Pelabuhan Ratu yaitu salinitas dan oksigen terlarut (DO). Parameter lainnya yaitu parameter biologi. Parameter biologi meliputi komposisi organisme, habitat, dan lain-lain. Parameter-parameter tersebut sangat menentukan bagaimana bentuk dari pantai, sedimen, permukaan dasar laut, dan bagaimana biota hidup didalamnya.
Perairan Teluk Pelabuhan Ratu merupakan salah satu bukti bahwa parameter-parameter tersebut mempengaruhi pantai. Gelombang yang terjadi di teluk ini termasuk golongan transisi dan memiliki panjang gelombang yang besar dalam hubungannya dengan frekuensi yang kecil. Salah satu penyebabnya adalah adanya gaya gesek yang terjadi pada dasar perairan. Hal tersebut dapat mengakibatkan proses abrasi dan sedimentasi. Di pantai ini telah terbukti bahwa terjadi dua fenomena sekaligus, yaitu proses abrasi dan proses sedimentasi karena terjadinya pemusatan energi dan penyebaran energi oleh gelombang. Fenomena abrasi dan sedimentasi ini disebabkan oleh energi yang lebih besar daripada arus dalam dan secara umum kecenderungan abrasi lebih besar dari sedimentasi.
Teluk Pelabuhan Ratu merupakan teluk terbesar di pantai selatan Pulau Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Secara geografis, Teluk Pelabuhan Ratu terletak pada posisi 6° 57’ sampai 7° 07’ LS dan 106° 22’ sampai 106° 33’ BT dengan panjang garis pantai 105 km. Perairan Teluk Pelabuahan Ratu merupakan tempat bermuaranya empat sungai, yakni sungai Cimandiri, sungai Cibareno, sungai Cilentuk, dan sungai Cikanteh. Kecamatan Pelabuhan Ratu berbatasan dengan Kecamatan Ciladang disebelah utara, Kecamatan Ciemas disebelah selatan, Kecamatan Cisolok disebelah barat, Kecamatan Wanasciara disebelah timur, dan Samudera Hindia di sebelah barat daya.
Dasar perairan di Pelabuahan Ratu cukup curam dengan kedalaman antara 3-4 m sampai 200 m. Pelabuahan Ratu juga termasuk salah satu daerah tempat pelelangan ikan di Jawa Barat.
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
Education
di
7:55:00 PM
2
komentar
Lobster bercapit membentuk sebuah keluarga (Nephropidae, kadangkala juga Homaridae) dari crustacean besar laut. Mereka penting sebagai hewan, bisnis, dan makanan.
Lobster bercapit jangan dibingungkan dengan lobster spiny, yang tidak memiliki capit (chelae) dan tidak berhubungan dekat. Hubungan terdekat dari lobster bercapit adalah lobster reef Enoplometopus dan tiga keluarga dari crayfish air tawar.
Lobster kebanyakan datang dari pesisir timur laut Amerika Utara dengan Canadian Maritimes dan negara bagian AS Maine sebagai produsen terbesar. Mereka ditangkap dengan menggunakan jebakan lobster. Alat tersebut diberi umpan dan diturunkan ke dasar laut. Alat ini membiarkan lobster masuk, namun tidak mungkin bagi lobster besar untuk keluar. Alat ini membuat lobster kecil dapat keluar sehingga bisa mecnegah penangkapan lobster yang berlebihan.
Spesies lobster termasuk:
• Atlantic deep-sea lobster (Acanthacaris caeca)
• Prickly deep-sea lobster (Acanthacaris tenuimana)
• Red lobster (Eunephrops bairdii)
• Sculptured lobster (Eunephrops cadenasi)
• Banded lobster (Eunephrops manningi)
• Cape lobster (Homarinus capensis)
• American lobster (Homarus americanus)
• European lobster (Homarus gammarus)
• Andaman lobster (Metanephrops andamanicus)
• Arafura lobster (Metanephrops arafurensis)
• Armored lobster (Metanephrops armatus)
• Northwest lobster (Metanephrops australensis)
• Caribbean lobsterette (Metanephrops binghami)
• New Zealand lobster (Metanephrops challengeri)
• Formosa lobster (Metanephrops formosanus)
• Japanese lobster (Metanephrops japonicus)
• African lobster (Metanephrops mozambicus)
• Neptune lobster (Metanephrops neptunus)
• Urugavian lobster (Metanephrops rubellus)
• Sculpted lobster (Metanephrops sagamiensis)
• Siboga lobster (Metanephrops sibogae)
• China lobster (Metanephrops sinensis)
• Red-banded lobster (Metanephrops thomsoni)
• Velvet lobster (Metanephrops velutinus)
• Bight lobster (Metanephrops boschmai)
• Mitten lobsterette (Nephropides caribaeus)
• Norway lobster (Nephrops norvegicus)
• Spinetail lobsterette (Nephropsis acanthura)
• Florida lobsterette (Nephropsis aculeata)
• Prickly lobsterette (Nephropsis agassizii)
• Scarlet lobsterette (Nephropsis atlantica)
• Ridge-back lobsterette (Nephropsis carpenteri)
• Gladiator lobsterette (Nephropsis ensirostris)
• Saya de Malha lobsterette (Nephropsis malhaensis)
• Ruby lobsterette (Nephropsis neglecta)
• Pacific lobsterette (Nephropsis occidentalis)
• Rosy (or two-toned) lobsterette (Nephropsis rosea)
• Indian Ocean lobsterette (Nephropsis stewarti)
• Red and white lobsterette (Nephropsis suhmi)
• Grooved lobsterette (Nephropsis sulcata)
• Bellator lobster (Thymopides grobovi)
• Patagonian lobsterette (Thymops birsteini)
• Nilenta lobsterette (Thymopsis nilenta)
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
aquaculture
di
5:00:00 PM
27
komentar
Berbicara mengenai Lobster Air Tawar atau Freshwater Crayfish, berarti berbicara mengenai lebih dari 500 jenis hewan akuatik dari keluarga Astacidae, Cambaridae dan Parastacidae. Mereka tersebar di seluruh dunia, mulai dari Austaralia, Newzealand, Papua, Amerika, Jepang, China, Madagaskar, Amerika dan Eropa.
Cherax dustructor
Cherax destructor merupakan jenis lobster air tawar (LAT) yang paling dikenal diantara 100 jenis LAT yang hidup di Australia. Mereka bisa dijumpai mulai dari daerah New South Wales hingga diselurah dataran benua Australia. Sebaran yang luas menyebabkan mereka mampu beradaptasi mulai dari daerah dingin di danau-danau berair dingin pegunungan Snowy, hingga daerah beriklim panas.
Cherax destructor boleh dikatakan merupakan makanan orang suku asli Australia (aborigin). Setidaknya hal tersebut telah dilakukan sejak 28.000 tahun lalu, berdasarkan temuan-temuan arkeologis setempat.
Pada umumnya C. destructor dijumpai di danau-danau, rawa rawa, billabong, bendungan, saluran irigasi, dan juga disungai-sungai. Mereka termasuk tahan banting. Pada musim kering mereka akan bertahan hidup dengan cara membuat luband didalam tanah. Bahkan mreka mampu membuat lubang hingga kedalaman 5 meter. Paa saat musim penghujan mereka kemudian keluar untuk mencari makan, memijah dan bermigrasi.
Di habitat asalnya, C destructor kadang-kadang disalahkan sebagai penyebabnya runtuhnya bendungan. Hal ini biasanya terjadi apabila dinding bendungan tersebut kurang dari 2 meter, dan sering terjadi perubahan permukaan air, seperti biasa terjadi di sawah. Meskipun demikian kejadian demikian jarang dijumpai pada dam-dam yang ketebalan dindingnya lebih dari 6 meter
| |
| |
Cherax quadricarinatus.
C. quadricarinatus dikenal dengan sebutan Redclaw atau biasa juga disebut sebagai Yabby Queensland Utara. Disebut red claw karena LAT dewasa jenis ini mempunyai warna merah pada capit bagian luarnya, khususnya pada LAT jantan. Mereka umumnya dijumpai di sungai-sungai di Dividing Range.
LAT dengan warna dasar hijua-coklat ini, di daerah asalnya merupakan makanan penduduk setempat. Rasanya lezat apabila disajikan dalam bentuk LAT bakar.
C. quadricarinatus sangat mudah dibedakan dari jenis cherax lainnya. Hal ini dicirikan dalam nama latinnya yaitu quadricarinatus yang artinya mempunyai empat buah lunas (quadri=empat, carinatus = carinae, bentukan menyerupai lunas).
Lobster Air Tawar dari Jenis Red Claw (Cherax Quadricarinatus) ini bila ditinjau dari sisi jenis makanan yang di sajikan oleh Restoran adalah termasuk menu hewan konsumsi pilihan dikalangan menengah ke atas, harga pemasok utuk Restoran harganya lumayan mahal di bandrol IDR 150.000~250.000,-/Kg (isi 10~12 ekor) mempunyai cita rasa yang lebih enak/gurih dibandingkan dengan jenis Lobster Air Laut bila dimasak/digoreng. Dan menurut hasil sebuah penelitian kandungan kolesterol pada Lobster Air Tawar lebih rendah dibandingkan dengan Lobster Air Laut atau jenis udang-udangan yang lainnya. Sehingga sangat aman untuk di konsumsi bagi siapa saja.
Hewan yang habitat asli berasal dari Australia ini mulai di kenal di Indonesia sejak lama dan mulai dikembang biakkan di sejak tahun 1996. Sebagai bahan Komoditas yang mempunyai peluang pasar export dan domestik yang sangat besar, oleh karena hingga sekarang masih sangat tinggi. Quota untuk permintaan suply pasar banyak yang masih belum dapat terpenuhi. Melihat peluang yang demikian amat besar,dan satu hal yang perlu anda ketahui bahwa untuk bisnis ini belum banyak yang menggarap secara serius, sehingga ini adalah merupakan kesempatan bagi yang mau memulai untuk mencapai suatu keberhasilan.
Read More......
Diposting oleh
Marsandre Jatilaksono
Category :
aquaculture,
Education,
teknologi
di
4:50:00 PM
4
komentar